Kingdom Faith (Iman Kerajaan) - Pdt. Ir. Timotius Arifin

Posted On //

"Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." (Ayub 1:1)
Apakah Iman Kerajaan? Iman yang berkemenangan dan yang teruji.
Ayub berarti "dimana Bapa?". Seseorang memerlukan Bapa rohani dan Bapa jasmani. Ayub adalah orang yang saleh, jujur dan menjauhi kejahatan. Ayub berarti juga "target". Ayub juga menjadi target dari iblis dan juga target berkat. Ayub seseorang yang sering menolong orang lain, Tuhan memberkati usaha dan keluarganya. Tuhan adalah Tuhan yang memiliki tujuan, juga dalam penderitaan.
Kunci berkemenangan adalah Takut akan Tuhan, kunci hidup adalah Test and Trial. Ayub belum mendapatkan hak istimewa seperti kita, yaitu belum mengalami Kristus dan tidak dipenuhi Roh Kudus; tetapi Ayub berkemenangan. Senjata iblis adalah kebimbangan, kekalahan, keputus asaan. Ayub diberkati dengan putra dan putri yang rukun tetapi iblis berkata kepada Tuhan bahwa Tuhan memberkati Ayub. Tuhan berkata bahwa iblis bisa mencobai Ayub tetapi tidak menjamah nyawanya. Dalam sekejap semua milik Ayub hancur. Ayub demi mendengar berita tersebut, Ayub merobek pakaiannya, mencukur kepalanya dan sujud menyembah Tuhan.
"Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" " (Ayub 1:20-21)
Iblis memberikan penderitaan lebih lagi kepada Ayub, Ayub dijamah tubuhnya sehingga Ayub mengalami sakit. Istri Ayub melihat hal tersebut dan menyuruh Ayub untuk mengutuki Allah. Seharusnya pasangan menopang, mengangkat yang lemah.
"Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. " (Ayub 2:10)
Lalu Ayub didatangi teman-temannya, Ayub dituduh oleh teman-temannya bahwa ada dosa yang dilakukan oleh Ayub. Seharusnya sebagai teman bisa merangkul, membantu, dll.
Kelompok teman-temannya Ayub:
  • Kelompok moralis – penderitaan karena kejahatan/tindakan masa lalu yang kita lakukan (hukum karma);
  • Kelompok ilusi – penderitaan adalah ilusi semata, tidak ada;
  • Kelompok fatalis – seluruh kehidupan kita sudah ditentukan Tuhan tinggal menjalani/mengikuti dengan tekun maka akan mendapatkan upah;
  • kelompok dualistik – hidup itu hitam putih, ada Tuhan yang memberikan kejahatan dan kebaikan.
3 jurus Ayub menghadapi pencobaan:
  1. Ayub datang menyembah kepada Tuhan dan percaya bahwa Tuhanlah mediatornya. (Ayub 16:19-22)
  2. Kita harus membandingkan penderitaan yang sekarang dengan kemuliaan yang akan datang. Ayub tidak memiliki pembela di bumi, tetapi dia tahu bahwa Tuhan yang menjadi mediatornya.
  3. Ayub percaya tentang kebangkitan (Ayub 19:25-26)
  4. Ayub belum melihat bukti tentang kebangkitan, tapi imannya percaya bahwa ada kebangkitan.
  5. Ayub percaya bahwa kalau Tuhan mengujinya, ia akan timbul seperti emas (Ayub 23:10)
Ayub akhirnya dipulihkan.
"TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina." (Ayub 42: 12)
Ketahuilah bahwa kita juga akan mengalami penderitaan, tetapi tidak selamanya. Reaksi kita terhadap persoalan, itu yang menentukan kehidupan kita. Dalam api pencobaan, Tuhan menyertai. Yesus yang akan selalu menyertai kita saat kita dalam penderitaan. Orang benar bisa mengalami penderitaan tapi kita harus merespon berbeda sehingga kita akan keluar sebagai pemenang. Amin.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"
  
Pdt. Ir. Timotius Arifin 
24 November 2013 - Pk. 07.00 - 11.30 WIB | Ibadah Raya I - III @GBI PRJ