2014: TAHUN DIBUKA-NYA PINTU-PINTU MUJIZAT!

Posted On //
Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan, saya ingin mengucapkan, ”Selamat tahun baru 2014, Tuhan Yesus memberkati Saudara berlimpah...limpah...limpah. Terimalah berkat Tuhan!” Ini adalah minggu yang pertama dalam tahun yang baru dan kita patut bersyukur. Kita bersyukur dan berkata, ”Tuhan, kalau kami bisa masuk tahun 2014, semua karena kasih karunia Tuhan” dan kita semua membutuhkan tuntunan Tuhan memasuki tahun 2014?
MAKNA ‘AYIN’
        Periode  dari 4 September 2013 sampai dengan 24 September 2014, menurut kalender orang Yahudi adalah tahun 5774 yang mereka sebut sebagai tahun Ayin Dalet (74). Ayin itu berbicara tentang ”mata”, yaitu mata Tuhan dan tentunya mata kita. Mazmur 32:8 dengan jelas berkata, ”Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.”
MAKNA ‘DALET’
      Saudara, kita bisa menangkap tuntunan Tuhan apabila mata kita pun senantiasa tertuju kepada Dia. Dan memasuki tahun Ayin Dalet, Tuhan menuntun kita melalui Dalet ; yang mengandung 4 (empat) makna, yaitu:
1.  Pintu
      Berdasarkan tuntunan Tuhan ini saya berdoa, ”Tuhan, memasuki tahun 2014 berikan tema kepada kami”. Saudara harus mengerti bahwa tema itu bukan hanya sekedar slogan, tetapi tentang apa yang akan Tuhan kerjakan. Tuhan katakan, ”Tahun 2014 adalah tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat!” Mari yang percaya bersama-sama perkatakan, ”Tahun 2014, tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat! Tahun 2014, tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat!” -  ”The year of God opening doors for miracles!”
      Wahyu 3:7–8, “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.” Ini adalah pesan Tuhan kepada jemaat di Filadelfia. Wahyu 2 dan 3 berisi pesan Tuhan Yesus kepada 7 sidang jemaat dan salah satunya adalah jemaat di Filadelfia. Dan hanya kepada jemaat di Filadelfia saja Tuhan berkata, ”Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun…” Tuhan Yesus memegang kunci Daud, apabila Ia menutup tidak ada seorang pun yang bisa membuka, tetapi kalau Ia membuka, tidak ada seorang pun yang bisa menutup. Saya tidak tahu keadaan Saudara memasuki tahun 2014, ada berapa banyak pintu-pintu di depan Saudara yang masih tertutup? Yang membukanya adalah Tuhan, kalau Saudara mau pintu-pintu itu dibuka Saudara harus menjadi seperti jemaat di Filadelfia. Ada rahasia yang luar biasa mengapa Tuhan membuka pintu jemaat di Filadelfia, yaitu:
2.  Miskin di Hadapan Tuhan
                  Ketika Tuhan berkata, ”... Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku…”. Supaya pintu-pintu itu dibuka, kita harus datang kepada Tuhan dan berkata, ”Tuhan, kekuatan saya tidak seberapa, karena itu saya membutuhkan Tuhan. Saya berharap kepada Tuhan, saya hanya mengandalkan Tuhan.” Ini penting! Kalau Saudara melakukan itu saya percaya pintu-pintu yang selama ini tertutup di hadapan Saudara akan dibuka oleh Tuhan. Inilah yang disebutkan dengan orang yang miskin di hadapan Allah. Tuhan Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 5:3).
      Orang yang miskin di hadapan Allah akan berkata, “Tuhan, kekuatan saya tidak seberapa, karena itu saya perlu Tuhan, saya perlu pertolongan Tuhan, saya hanya mengandalkan Tuhan, saya berharap hanya kepada Tuhan dan tidak kepada yang lain-lain….” Dan orang yang berharap kepada Tuhan pasti menuruti firman Tuhan, karena dia hanya mengandalkan Tuhan. Orang yang seperti ini setiap pagi akan berdoa seperti yang tertulis dalam Yesaya 50:4, “Tuhan, pertajam pendengaranku, supaya telingaku seperti telinga seorang murid”. Kiranya Saudara berdoa seperti ini agar dibukakan pengertian-pengertiannya oleh Tuhan. Dan orang yang berharap kepada Tuhan tidak akan pernah menyangkal nama-Nya. Karena itu pintu-pintu di hadapannya akan dibuka dalam Nama Yesus. Haleluya!
3.  Menanti-nantikan Tuhan
   “Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yesaya 40:30-31. Orang-orang muda dan teruna-teruna itu mempunyai kekuatan yang luar biasa sebab mereka sedang kuat-kuatnya dan sehat-sehatny; sekalipun demikian, mereka pun bisa jadi lelah dan lesu serta jatuh tersandung. Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan, dan dalam bahasa Ibraninya dikatakan ‘orang yang mengharapkan Tuhan’ itu akan mendapat kekuatan yang baru, mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
    Adakah di antara Saudara yang memasuki tahun 2014 dengan begitu lelah? Apakah Saudara memasuki tahun 2014 dengan pesimis dan berkata, ”Ah, keadaannya tidak akan bertambah baik” ? Saya mau katakan bahwa ini waktunya Saudara berharap hanya kepada Tuhan, sebab di saat Saudara berharap hanya kepada Tuhan, Saudara akan mendapatkan satu kekuatan yang baru. Saudara akan melihat tahun 2014 itu begitu terang dan Saudara akan berkata, ”Saya percaya, tahun 2014 akan lebih baik dari tahun 2013!” Amin! Orang yang berkenan kepada Tuhan juga bisa jatuh, tetapi ada perbedaannya dengan orang fasik. Kalau orang fasik jatuh, dia pasti tergeletak, tetapi kalau orang benar jatuh, dia tidak sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangannya. Haleluya!
4.  Menjadi Saksi Yesus
      Apakah Saudara mau melihat pintu-pintu di depan Saudara dibuka oleh Tuhan? Amin! Ini pesan Tuhan buat kita semua memasuki tahun 2014, ingatlah kita harus menjadi saksi Yesus! Menjadi saksi Yesus itu artinya hidup sama seperti Kristus telah hidup. 1 Yohanes 2:6 berkata, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” Amin!
KUNCI-KUNCI KE ARAH DIBUKANYA PINTU-PINTU
      Saya percaya ini ke depan ini Tuhan akan menuntun kita, Tuhan akan memberikan rahasia dan kunci-kunci bagaimana supaya pintu-pintu itu terbuka. Sekali lagi, pintu itu tidak terbuka dengan sendirinya, tetapi ada syarat yang harus kita lakukan. Dan saya percaya sebagai anak Tuhan kita akan berkata, ”Amin, Tuhan! Berikan kunci-kunci itu, ya Tuhan.”
1. Mengucap Syukur Dalam Segala Hal
     Ketika Paulus dan Silas itu ada di Filipi, mereka berdua menyembuhkan hamba perempuan yang mempunyai roh tenung.  Oleh karena mempunyai roh tenung itu, majikannya sangat diuntungkan karena dapat mendatangkan banyak uang. Tetapi ketika anak ini sembuh, karena roh tenung itu diperintahkan keluar oleh Paulus, akibatnya majikannya marah besar. Seharusnya majikannya bersukacita, tetapi karena soal uang dia tidak peduli apakah anak itu mau dirasuk setan atau bagaimana, yang penting baginya dia mendapat keuntungan. Jangan sampai menjadi orang Kristen yang seperti itu. Namun demikian kadang-kadang ada juga yang seperti itu, dimana dia tidak peduli apakah orang lain susah atau sakit, pokoknya dia dapat uang! Berhati-hatilah! Inilah yang terjadi pada majikan hamba perempuan yang mempunyai roh tenung tadi. Majikan itu marah kepada Paulus dan Silas, lalu menyeret Paulus dan Silas kepada penguasa dengan tuduhan bahwa mereka adalah pengacau-pengacau. Apa akibatnya? Paulus dan Silas dihukum, didera, dipukuli serta dicambuk. Bilur-bilurnya keluar, darah mengalir dan sakitnya luar biasa. Lalu mereka dimasukkan ke dalam penjara  bagian tengah, kaki mereka dipasung dan tangan mereka dibelenggu rantai.
    Saya percaya Paulus dan Silas sebagai manusia akan bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, saya ini melayani Tuhan, saya menyembuhkan orang sakit, tetapi mengapa saya mengalami yang seperti ini, ya Tuhan?” Tetapi pertanyaan itu tidak terus-menerus mereka tanyakan, karena saya percaya mereka tahu firman Tuhan. 1 Tesalonika 5:18 dengan jelas berkata,  “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Paulus dan Silas tahu bahwa mereka mengalami keadaan yang tidak enak, akibat  melakukan ihal yang benar dan menyenangkan hatinya Tuhan, mereka tetap melakukan firman Tuhan. Ditengah malam mereka mulai mengucap syukur dan memuji-muji Tuhan sehingga orang-orang hukuman lainnya mendengar nyanyian mereka karena mereka menyanyi dengan suara keras. Kalau Saudara menderita sakit, difitnah orang, disakiti atau dirugikan oleh orang lain, bisakah Saudara mengucap syukur dan berkata, “Terima kasih Yesus”? Saya percaya Saudara pasti bisa, sebab kalau tidak bisa maka ayat tadi tidak mungkin ada. Tetapi karena kita bisa maka hal itu ditulis!
     Lalu apa yang terjadi? Di tengah-tengah mereka memuji-muji Tuhan dalam keadaan kesakitan, tiba-tiba gempa bumi terjadi! Semua yang di dalam penjara kebingungan. Sendi-sendi penjara goyah dan pintu-pintu penjara terbuka, pasungan terlepas, belenggu terlepas dan yang lebih dahsyat lagi, kepala penjara melihat bahwa tidak ada seorang hukuman pun yang lari. Dia yang tadinya mau bunuh diri, melihat itu dan bertobat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Ada berapa banyak pintu-pintu di depan Saudara yang tertutup? Bisakah mulai hari ini Saudara mengubah mungkin omelan, rasa tidak puas (yang nanti akhirnya tidak puas kepada Tuhan), dan menggantinya dengan ucapan syukur? Saya percaya kalau Saudara lakukan itu, sesuai dengan janji Tuhan bahwa ini adalah tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat, maka itu pun akan terjadi buat Saudara. Haleluya!
Kesaksian Healing Movement Crusade di Gelora Bung Karno
     Ternyata demi terjadinya pertobatan kepala penjara, Paulus dan Silas harus mengalami hal yang tidak enak. Saya percaya, itulah cara Tuhan. Perayaan Natal di GBK yang baru lalu sungguh luar biasa, dan memang tema Natal kita adalah, “Mujizat yang kreatif itu nyata”. Kira-kira ada 100.000 orang yang hadir, tetapi melalui facebook dan website daripada Healing Movement, KKR itu diresponi oleh sekitar 2,5 juta orang. Yang hadir pasti setuju bahwa suasana Menara Doa pindah ke GBK, hadirat Tuhan begitu luar biasa dan memang sungguh mujizat yang kreatif itu nyata! Tetapi, saya sebagai salah-satunya yang harus menanggung penderitaan seperti Paulus dan Silas. Hal ini sudah terbiasa dimana setiap kali Healing Movement Crusade saya harus menanggung mereka yang disembuhkan dan yang bertobat. Saya harus menanggung secara fisik diserang oleh kuasa-kuasa kegelapan dan kadang-kadang memang Tuhan biarkan. Khusus tentang KKR di GBK, kira-kira 2 minggu sebelum itu, bagian belakang saya ini sakitnya luar biasa. Dan pada hari “H”-nya, yaitu tanggal 25 Desember saya menderita kesakitan di tulang belakang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sampai ketika saya mau berangkat dan sesampainya di sana, sambil menikmati hadirat Tuhan dan terus mengucap syukur saya tetap masih tidak tahan akan sakit di tulang belakang saya. Bahkan saya sempat berkata, “Tuhan, saya kuat atau tidak ya kotbah, Tuhan?” , karena sudah tidak tahan atas sakitnya. Tetapi pada saat penyalaan obor untuk menyalakan lilin, tiba-tiba rasa sakit itu hilang. Saya tiba-tiba merasa segar dan bisa berkotbah dengan enak. Ternyata banyak terjadi kesembuhan, terutama kesembuhan di tulang belakang.
•     Ada anak perempuan yang tulang belakangnya bengkok 46ยบ. Ibunya dengan iman sampai membawa foto rontgen-nya, tiba-tiba malam itu tulang belakang anak perempuan yang bengkok itu menjadi lurus kembali. Sembuh dan seperti normal saja. Haleluya, Tuhan Yesus itu luar biasa!
•     Ada seorang ibu yang pada waktu ditunjukkan sedang menggendong anak. Saya berpikir, “Mengapa ibu ini menggendong anak naik ke atas panggung?” Ternyata ibu ini mempunyai masalah di tulang belakang seperti keropos dan semacam itu. Dia sudah tidak bisa untuk berdiri lama dan harus berbaring karena tidak kuat, apalagi mengangkat beban. Tetapi malam itu dia tunjukkan dengan menggendong anaknya dan tidak merasakan apa-apa bahkan dia mendemonstrasikan kuasa Tuhan yang terjadi dalam hidupnya dengan menggendong kedua anaknya, yang kecil dan yang sudah besar sambil berlari dengan tidak merasa apa-apa. Tuhan sudah sembuhkan dengan cara yang ajaib!
•     Ada juga seorang ibu yang mempunyai ‘miom’ sebesar kepala orang. Jadi ada dokumentasinya sebelum disembuhkan dimana perut ibu itu sangat besar dan setelah disembuhkan tiba-tiba ‘miom’ itu hilang begitu saja. Siapa yang membuat hilang? Tuhan Yesus yang membuatnya! Dia dahsyat!
       KKR yang ke 225 diadakan di sebuah desa yang bernama Tunjung Rejo – Jawa Timur. Desa ini penuh dengan kuasa kegelapan tetapi banyak orang Kristennya. Bayangkan, orang Kristen di sana banyak yang ‘main’ kuasa kegelapan. Saya memang sudah diberitahu akan hal ini dan serangannya begitu luar biasa, tetapi semakin dahsyat mujizat yang akan terjadi maka semakin dahsyat serangannya. Tetapi apa yang terjadi? Ternyata kesembuhan dan pertobatan dari orang-orang yang belum kenal Tuhan dalam 1 bulan itu masih terus terjadi di desa itu. Ketika itu ada seorang dukun yang sudah berumur 96 tahun, cucunya semua sudah bertobat dan ia diinjili oleh cucu-cucunya. Dukun ini ingin datang ke KKR tersebut, tetapi untuk apa? Ternyata dia mau minta mati! Jadi dia bukan datang untuk disembuhkan, tetapi untuk minta mati karena sudah selama bertahun-tahun dia mengalami siksaan yang luar biasa . Salah satu pendoa kita mendapatkan bahwa dukun ini nanti setelah KKR ini, akan mati. Ternyata selesai KKR dukun itu benar-benar meninggal. Tetapi sekali lagi, ada harga yang harus dibayar seperti Paulus dan Silas. Kalau Saudara mau melihat pintu-pintu itu terbuka - di dalam keadaan yang tidak enak seperti Paulus dan Silas -  hanya satu yang Tuhan minta kita lakukan, yaitu mengucap syukur. Amin!
Pentakosta Yang Ketiga
      Akhir-akhir ini Tuhan terus mengingatkan kita tentang Pentakosta yang ke-3. Kita sedang menanti-nantikan Pentakosta yang ke-3.
      •  Pentakosta yang pertama, dari Yerusalem yaitu dari orang Yahudi ke bangsa-bangsa
      •  Pentakosta yang ke-2, dari Barat ke bangsa-bangsa
      •  Pentakosta yang ke-3, dari Asia dan saya percaya terutama dari Indonesia ke bangsa-bangsa dan
         kembali ke Yerusalem (back to Jerusalem), itulah akhir zaman
      Karena itu kalau kita berbicara tentang Pentakosta yang ke-3, maka ada 5 hal yang kita ingat, yaitu:
      •   Pencurahan Roh Kudus secara besar-besaran dan luar biasa
      •   3 generasi, yaitu anak-anak, pemuda dan  orang tua akan dipakai Tuhan secara luar biasa.
      •   Goncangan-goncangan akan terjadi semakin berat
      •   Terus berdoa untuk keamanan Indonesia. Berdoalah begini, “Tuhan, berikan keamanan untuk
             Indonesia. Melalui pilkada-pilkada dan pilpres dalam 3 bulan lagi. Apa yang dilihat yaitu api-api
             asing yang coba membakar kota Jakarta, aku patahkan dan aku tolak dalam Nama Tuhan Yesus!” 
      •   Akan ada penuaian jiwa besar-besaran. Amin!
      •   Kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin singkat
2. Memiliki Integritas
     Pada tgl 2 Des 2013, dalam perjalanan untuk menghadiri Natal di STT The Way di Tanjung Duren, saya membaca koran Kompas terbitan hari itu, dan disitu ditulis hasil jajak pendapat tentang kriteria untuk menjadi seorang Capres. Ternyata kriterianya  sebagai berikut :
      -  51% yang jujur/bisa dipercaya
      -  24% yang perhatian kepada rakyat
      -  12% yang mampu memimpin (ternyata yang mampu memimpin hanya ‘dihargai’ 12%)
      -  7% yang tegas
      -  3% yang berwibawa
      -  1% yang pintar (ini yang menyedihkan karena yang sekolah jauh-jauh hanya ‘dihargai’ 1%)
      -  2% yang lain-lain
     Sebetulnya orang Indonesia memilih dengan cara yang Alkitabiah. Apakah Saudara mau menjadi hamba Tuhan? Mau dipakai oleh Tuhan lebih lagi? Kita lihat bahwa hamba Tuhan yang dipakai oleh Tuhan itu adalah yang jujur dan bisa dipercaya. Itu sesuai dengan 1 Korintus 4:1-2, “Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.“
      Kalau Saudara mau dipakai oleh Tuhan, apa yang kita katakan itu harus sesuai dengan perbuatan kita. Memang kadang-kadang ada yang di mimbar ini selalu berkata, “Saudara-saudara harus begini….begitu…”,sambil menunjuk satu arah kepada orang lain. Saya katakan tidak boleh demikian, karena selain menunjuk kepada orang lain, kita juga harus menunjuk kepada diri sendiri. Sebab seorang hamba Tuhan yang dapat dipercaya, dia mengkhotbahkan apa yang dia lakukan. Itulah yang benar! Dia harus melakukan apa yang dikhotbahkan! Artinya, ada integritas! Saudara harus memiliki integritas, apa yang Saudara ucapkan, itulah yang kita lakukan, terutama sebagai seorang hamba-hamba Tuhan. Saya percaya kalau kita sebagai hamba-hamba Tuhan melakukan hal yang seperti itu, pintu-pintu pelayanan kita akan dibuka oleh Tuhan. Kadang-kadang orang mengejar kepintaran. Itu memang bagus, tetapi kepintaran itu bukan hanya untuk pengetahuan, melainkan untuk dilakukan, hasilnya seperti tadi. Tetapi kalau kita tahu dan juga melakukan, itulah yang terbaik!
3. Unity
     Jadi kalau kita berbicara tentang Pentakosta yang ke-3, artinya Tuhan Yesus akan segera datang untuk kali yang kedua. Mengenai soal penuaian jiwa besar-besaran, kunci utamanya adalah unity! Doa Tuhan Yesus pada Yohanes 17 dengan jelas berkata,“Bapa, Aku telah memberikan kemuliaan yang telah Engkau berikan kepada-Ku kepada mereka supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu, Aku di dalam Engkau dan Engkau ada di dalam Aku. Dan kalau mereka sudah sempurna menjadi satu, dunia akan melihat, dunia akan tahu dan dunia akan percaya bahwa Engkaulah yang mengutus Aku menjadi Tuhan dan Juruselamat dunia.” Saudara yang dikasihi Tuhan, akan terjadi penuaian jiwa besar-besaran dan kuncinya adalah unity yang dimulai dari kita, gereja-gereja-Nya yang saling ber unity. Firman Tuhan menulis  tentang The Power of Unity sebagai berikut:
      • “Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat  
          membuat lari sepuluh ribu orang, kalau tidak gunung batu mereka telah menjual mereka,
          dan TUHAN telah menyerahkan mereka!” Ulangan 32 : 30. Kita lihat, 1 orang mengejar 1.000,
         tetapi kalau 2 orang artinya unity;  yang dikejar 10.000.
      • “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta
          apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab
          di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah
          mereka.” Matius 18:19–20.
    Kalau 2 orang sepakat, ini dimulai dari suami-istri. Suami-istri sepakat meminta apa pun juga, Saudara akan mendapatkan. Mungkin ada banyak keluarga yang berkata, “Kita sudah minta lama, tetapi mengapa belum dijawab oleh Tuhan?. Sekarang Tuhan bertanya kepada Saudara, “Apakah selama ini Saudara berdua sepakat meminta itu kepada-KU atau masih berseberangan?”  Mungkin suaminya minta begini tetapi istrinya minta begitu sehingga mereka bertengkar, lalu bertemu lagi dengan baik-baik namun akhirnya berbeda lagi dan bertengkar lagi. Kalau Saudara mau melihat ada kuasa yang luar biasa dalam unity, Saudara harus sepakat!

•     “Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang.” Imamat 26:8. Semakin banyak orang yang unity, maka kapasitas orang itu akan makin diperbesar. Saudara perhatikan ayat tadi, dikatakan kalau 5 yang unity, itu akan mengejar 100. Artinya, 1 orang akan mengejar 20. Tetapi kalau 100 orang yang unity itu akan mengejar selaksa (10.000), artinya per orangnya akan mengejar 100! Jadi, kapasitas per orangnya akan diperbesar.
     Alangkah indahnya kalau dalam satu keluarga bukan hanya suami-istri, tetapi juga dengan anak-anak tiba-tiba sepakat. Karena dengan demikian akan terjadi hal-hal yang luar biasa. Mungkin pintu-pintu yang selama ini tertutup bahkan yang sudah bertahun-tahun Saudara minta supaya dibuka, maka sekarang Saudara akan melihat bahwa itu akan dibuka dalam Nama Yesus. Amin! Saya ingat pada waktu beberapa hamba Tuhan yang berkumpul untuk membahas soal unity, tiba-tiba saya ingat Pak Bambang Wijaya, seorang hamba Tuhan dari Bandung berkata, “Sebenarnya unity itu tidak terlalu sulit, asal kita mau rendah hati dan saling merendahkan diri saja, maka itu akan terjadi”. Saya amin-kan hal ini dan itu memang benar. Tetapi yang lebih daripada itu, sebenarnya jika kita saling mengasihi satu dengan yang lain. Memasuki tahun 2014, pesan tentang harus mengasihi satu dengan yang lain ini penting! Dan jangan saling membenci!
•     “Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.” 1 Yohanes 3:14-15. Terus-terang ketika membaca ayat ini, saya ngeri dan saya harap Saudara juga ngeri! Ternyata orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh dan tidak ada hidup kekal di dalam dirinya. Kita yang sudah mengenal Tuhan jangan sampai tiba-tiba kita dipanggil dalam keadaan masih membenci saudara kita. Sebab kalau demikian, kita akan berakhir di neraka! Oleh sebab itu jangan diperlunak ayat ini, sebab ayat tersebut dengan jelas menyatakan demikian.
      Saudara, saya ini diperlihatkan oleh Tuhan bahwa ada seorang yang sungguh-sungguh dengan Tuhan, tetap dia punya ganjalan, yaitu sakit hati. Tetapi puji Tuhan ketika dia mau diangkat oleh Tuhan, dia bisa menyelesaikannya. Tetapi selama dia belum menyelesaikan, keadaannya itu sangat tidak baik. Sampai saya sebagai hamba Tuhan juga tidak percaya bahwa hamba Tuhan yang sungguh-sungguh mengapa bisa begini keadaannya? Ternyata sebelum dia meninggal, kita baru tahu kalau ada ganjalan. Inilah kebaikan Tuhan! Tetapi kalau sampai misalnya dia tidak menyelesaikannya dengan Tuhan, maka tempatnya pasti di neraka! Saudara yang dikasihi Tuhan, ini serius! Karena kita kadang-kadang ketika mendengar omongan yang tidak enak sedikit langsung disimpan dalam hati. Lalu hatinya menjadi luka dan luka itu malah dipelihara bukannya disembuhkan. Bahkan ketika lukanya hampir menutup tetapi begitu mendengar sesuatu yang tidak enak lagi langsung luka itu meradang kembali dan berkata, “Saya kalau melihat wajah orang itu rasanya ‘neg.’ “ Berhati-hatilah! Memang Tuhan itu baik, tetapi kalau sampai ada juga yang sampai akhirnya tetap tidak mau berubah; walaupun dia rajin ke gereja, rajin memberikan perpuluhan, dan sebagainya;  itu semuanya menjadi tidak ada artinya.
•     “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.” 1 Yohanes 4:20-2. Kalau ada orang yang ditanya, “Apakah Saudara mengasihi Tuhan?”, dan dia menjawab, “Saya mengasihi Tuhannnn!”, mungkin sambil bergetar barangkali untuk meyakinkan Tuhan dan orang lain, tetapi dia membenci saudaranya, maka dia adalah seorang pendusta. Kepada yang kelihatan  saja dia tidak bisa mengampuni dan mengasihi, apalagi kepada yang tidak kelihatan! Ini firman Tuhan yang berbicara! Ini serius dan merupakan masalah bagi banyak orang sehingga mereka tidak bisa diberkati. Saudara, jika Tuhan Yesus menjamah kita maka Dia membuat kita menjadi baru. Biarlah ini menjadi doa kita memasuki tahun 2014, mungkin sebelum ini kita mengalami masalah dalam hal tadi, yaitu uneg-uneg, membenci dan tidak mengasihi saudara kita, tetapi mari dalam saat yang indah seperti ini dimana firman Tuhan sudah diberikan, mari kita berkata kepada Tuhan, “Tuhan, ini doa saya…jamah saya supaya saya menjadi baru. Memasuki tahun 2014 yang lama sudah tidak ada lagi tetapi yang baru bersama-sama dengan Tuhan”.
MEMPERSEMBAHKAN BUAH SULUNG
      Ada berapa banyak yang mau agar pintu-pintu di depan Saudara dibuka oleh Tuhan? Firman Tuhan; “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala (bukan sebagian) penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”  Amsal 3:9 -10. Apakah Saudara mau mengalami lumbung-lumbung Saudara diisi penuh sampai melimpah-limpah? Dan bejana pemerahan Saudara meluap dengan air buah anggurnya? Ini tentang persembahan buah sulung. Jadi bulan depan kita akan memberikan buah sulung, yaitu hasil dari hasil bulan pertama di tahun ini. Tadi yang Saudara baca bukan sebagian atau sebagian kecil, melainkan semuanya! Amin!
 Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, Minggu –  5 januari 2014 di Senayan.