RAHASIA AGAR PINTU MUJIZAT ITU TERBUKA (Pdt.Dr.Ir.Niko Njotorahardjo)

Posted On //
Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan,

Waktu berjalan begitu cepat dan sekarang kita sudah memasuki bulan yang kedua dari tahun yang baru (2014). Mari kita baca Firman Tuhan dari Wahyu 3:7-8, ”Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.” Ini adalah pesan Tuhan Yesus kepada jemaat di Filadelfia. Tuhan Yesus yang memegang kunci Daud. Artinya; kalau Dia membuka, tidak ada seorang pun yang dapat menutup, dan kalau Dia menutup, tidak ada seorang pun yang bisa membukanya. Dan Dia berkata kepada jemaat di Filadelfia, ”Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun!”. Kalau 2000 tahun yang lalu Tuhan Yesus memperkatakan hal itu kepada jemaat di Filadelfia, maka memasuki tahun 2014 Tuhan Yesus memperkatakan hal yang sama kepada kita. Jadi tahun 2014 adalah tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat! Mari perkatakan bersama saya, ”Tahun 2014, tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat! Tahun 2014, tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat!”. Saya tidak tahu keadaan Saudara hari-hari ini. Adakah di depan Saudara pintu-pintu yang masih tertutup? Mungkin Saudara membutuhkan:
•  kesembuhan dari sakit penyakit jasmani,
•  kesembuhan dari hubungan yang bermasalah dalam keluarga
•  kesembuhan dalam bisnis Saudara
•  kesembuhan dalam hubungan Saudara dengan Tuhan, di mana Saudara masih terus berdoa agar pintu-pintu itu dibuka. Dan Tuhan berjanji bahwa tahun 2014 ini adalah tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat tersebut! Ada berapa banyak diantara kita yang merindukan pintu-pintu yang tertutup itu dibuka? Mari kita lihat apa rahasianya sehingga Tuhan Yesus bisa berkata kepada kita seperti kepada jemaat di Filadelfia, ”Aku telah membuka pintu bagimu yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun...” Hanya Berharap dan Mengandalkan Tuhan. Tuhan Yesus berkata, ”... Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku…”. Ini adalah rahasia yang harus Saudara pegang baik-baik memasuki tahun 2014. Kalau Saudara menginginkan tahun 2014 pintu-pintu yang tertutup di depan Saudara dibuka oleh Tuhan, maka Saudara harus datang kepada Tuhan dan berkata, ”Tuhan, kekuatan saya tidak seberapa, karena itu saya hanya berharap kepada Tuhan, saya hanya mengandalkan Tuhan, saya hanya percaya kepada Tuhan.”

 Kalau Saudara lakukan itu, apa yang Tuhan janjikan di tahun 2014 bahwa pintu-pintu mujizat akan terbuka, itu akan terjadi di dalam kehidupan Saudara. Amin! Orang yang mengandalkan Tuhan, yang hanya berharap kepada Tuhan dan yang percaya kepada Tuhan itu pasti akan menuruti Firman Tuhan sebab tidak ada yang lainnya yang akan dia ikuti. Hanya Firman Tuhan! Apa yang Firman Tuhan katakan, apa yang Tuhan katakan kepadanya, itulah yang akan dia lakukan. Dan orang yang seperti ini pasti akan selalu berkata, ”Tuhan, pertajam pendengaranku. Berikan saya telinga seorang murid supaya saya bisa lebih lagi mendengar suara-Mu dan lebih mendengarkan apa yang Kau mau hamba-Mu ini lakukan”. Dan ini adalah doa yang setiap hari saya bersama istri saya naikkan. Saya selalu berkata, ”Berikan hamba-Mu telinga seperti seorang murid. Pertajam pendengaran hamba-Mu agar mengerti segala rencana-Mu serta hamba-Mu bisa lebih peka lagi”. Saya percaya orang yang seperti ini tidak akan pernah menyangkal Nama Yesus. Amin! Yesaya 40:31 berkata, ”...tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Kata ’menanti-nantikan Tuhan’ dalam bahasa aslinya adalah berharap hanya kepada Tuhan. Orang yang berharap hanya kepada Tuhan akan mendapat kekuatan yang baru. Dia seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Dia berlari dan tidak menjadi lesu, dia berjalan dan tidak menjadi lelah. Saudara, orang yang berkenan kepada Tuhan itu bisa jatuh, tetapi satu hal yang ingin saya nyatakan, dia boleh jatuh tetapi tidak akan sampai tergeletak, sebab tangan Tuhan menopangnya. Sebaliknya, kalau orang fasik jatuh akan tergeletak dan tidak bangun lagi. 

TIGA PRASYARAT TERJADINYA MUJIZAT
Saya diingatkan kisah bagaimana Tuhan Yesus membuka pintu-pintu mujizat, yaitu dengan memberi makan 5000 orang laki-laki, tidak termasuk wanita dan anak-anak. Jadi bisa saja mencapai 10.000 orang. Bayangkan, 2000 tahun yang lalu orang bisa berkumpul sebanyak ±10.000 orang, kalau di zaman ini mungkin jutaan banyaknya. Tuhan Yesus memberitakan tentang Kerajaan Allah serta menyembuhkan orang-orang sakit, dan dengan tidak terasa hari menjadi malam. Murid-murid-Nya datang kepada Tuhan Yesus dan berkata, ”Guru, apa sebaiknya mereka dibubarkan dulu? Biarlah mereka mencari makanan terlebih dulu? Mereka lapar dan hari sudah malam?”. Tetapi Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, ”Kamu yang harus memberi makan mereka!”. Para murid-Nya kebingungan, ”Kami? Uang 200 dinar pun tidak akan cukup, apalagi kami tidak punya uang!”. Lalu Tuhan Yesus berkata, ”Coba kamu cari; ada berapa roti dan ikan yang mereka miliki?” 

1. Persembahan Anak Kecil
Ternyata dari sekian banyak, ada seorang anak yang membawa 5 ketul roti dan 2 ekor ikan. Anak itu menyadari  masalah yang ada diantara mereka lalu memberikan roti dan ikan tersebut kepada Tuhan Yesus. Saya pikir anak ini luar biasa, sebab dia sudah tidak memikirkan apakah nanti bisa makan lagi atau tidak. Kalau dia egois pasti akan berkata, ”Tidak boleh! Saya lapar...saya mau makan”. Namun dia menyerahkannya semua kepada Tuhan Yesus.  Tuhan Yesus menerima 5 roti dan 2 ikan lalu menengadah ke atas sambil mengucapkan berkat, setelah itu Dia memecah-mecahkan roti itu. Kita harus menjadi seperti anak kecil tadi yang memberikan roti dan ikannya kepada Tuhan Yesus. Ini masalahnya, jadi masalahnya diserahkan kepada Tuhan Yesus. Anak itu sudah tidak memikirkan bagaimana nanti penyelesaiannya, apakah Tuhan Yesus sanggup, dsb. Saya percaya dia berpikir begini, ”Tadi saya sudah melihat mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus, pasti Tuhan Yesus juga membuat mujizat bagi saya”. Itulah yang anak kecil itu lakukan. Ini tidak gampang, artinya menyerahkan permasalahan kepada Tuhan Yesus dengan mengucap syukur. Tetapi kalau Saudara mau melihat pintu mujizat itu dibuka, kita harus melakukan yang seperti itu. 

2. Ketaatan Murid-murid
Saya mau memberikan gambaran, mungkin roti itu hanya sebesar Alkitab, lalu dipecah-pecah dan setiap rotinya menjadi 10 bagian, artinya menjadi 50 potong roti. Begitu pula ikan, yang kira-kira besarnya hampir sama, lalu diambil sedikit-sedikit sehingga menjadi 50 potong juga. Lalu Tuhan memanggil murid-murid-Nya, ”Ini roti dan ikan yang sudah Aku pecah-pecahkan masing-masing 50 potong, sekarang kamu bagikan kepada hampir 10.000 orang itu!” Kalau Saudara sebagai murid Tuhan Yesus di tempat itu kira-kira bagaimana? Mungkin saya pun akan berkata begini, ”Guru, ini tidak salah? Ikannya hanya 50 potong dan rotinya 50 potong sedangkan orang yang ada hampir 10.000! Bagaimana ini?”. Mungkin itu dialog yang terjadi, namun yang jelas Alkitab mencatat bahwa mereka hanya taat. Lalu mereka mulai membagikan roti dan ikan tersebut. Mereka berkata, ”Sekarang saudara-saudara kumpul berkelompok-kelompok. Ada yang 50 dan ada yang 100”. Saya percaya mereka pasti lebih ingin membagi kepada kelompok yang 50 orang saja, sebab kepada yang 100 kalau tidak cukup bagaimana? Sebab yang 50 orang sepertinya masih masuk akal. Akhirnya dengan berdebar-debar mereka melangkah untuk membagi-bagikannya. Tetapi apa yang terjadi? Ketika mereka mulai melangkah dengan iman serta membagikannya, multiplikasi mulai terjadi! Kalau mereka tidak melangkah maka multiplikasi itu tidak akan terjadi. Amin! Mungkin Saudara sudah bergumul cukup lama, tetapi nanti Saudara akan dituntun setelah Saudara berkata, ”Tuhan, saya menyerahkan ini kepada Tuhan!”, sambil Saudara mengucap syukur dan tidak sambil ngomel-ngomel lagi. Mengucap syukurlah meskipun itu belum terjadi. Dan saya mau beritahu Saudara, tuntunan-Nya biasanya tidak masuk akal! Dalam area iman atau percaya Tuhan akan menguji kita dengan sesuatu yang tidak masuk akal dan logis! Bagian kita hanyalah percaya dan taat melakukan. Begitu Saudara taat dan bertindak melakukan, mujizat itu mulai terjadi. Amin! 

3. Kesabaran Umat Tuhan
Orang-orang yang banyak itu pun dengan sabar duduk menantikan giliran mereka menerima makanan. Dikatakan oleh Alkitab bahwa mereka makan kenyang dan sisanya tidak tanggung-tanggung, ada 12 bakul! Luar biasa! Kita harus seperti orang banyak yang sabar menunggu giliran hingga roti dan ikan sampai kepada Saudara. Itu berbicara tentang waktu-Nya Tuhan. Semua itu ada prosesnya, ada waktunya dan waktu Tuhan tidak pernah terlalu cepat atau terlalu terlambat, tetapi selalu pada saat yang tepat! Kita tidak bisa mengukur waktu-Nya Tuhan, tetapi Tuhan yang dahsyat, Tuhan yang perkasa, Tuhan yang hebat, Dia yang mempunyai waktu itu untuk Saudara dan saya. Amin! 

MUJIZAT DIBALIK PELAYANAN HEALING
Tujuh setengah tahun yang lalu Tuhan menyuruh saya melakukan pelayanan ’healing’, Tuhan berkata, ”Kamu nanti pergi ke kota-kota, ke tempat-tempat kemana Aku akan suruh kamu pergi. Disitu kamu kumpulkan gereja-gereja dan ajak gereja-gereja itu untuk membawa orang-orang sakit, orang-orang miskin, orang yang tidak punya uang untuk ke dokter, orang yang tidak punya pengharapan, sebab Aku akan menyembuhkan mereka dan biayanya kamu bawa sendiri”. Dana untuk pelayanan tersebut juga berasal dari persembahan Saudara, itulah yang saya bawa! Jadi dari persepuluhan, dari buah sulung, dan sebagainya itu yang saya bawa kemana-mana. Itu artinya kita sama-sama melakukan pelayanan tersebut. Haleluya!
Saya merasakan adanya sedikit kejanggalan dan berpikir, ”Kenapa saya disuruh ke kota-kota kecil bukannya ke kota-kota besar jadi dampaknya bisa cepat besar?” Itu menurut pemikiran saya.  Karena selama ini saya hanya disuruh ke kota-kota kecil, ke desa-desa, ke kecamatan-kecamatan yang kadang-kadang hanya 3.000 – 4.000 orang. Namun walau dengan 1 pertanyaan, saya tetap mengikuti perintah Tuhan saja. Tiba-tiba Tuhan tuntun sehingga kita bisa menyiarkannya melalui media televisi nasional, seperti Indosiar dan RCTI dimana;
•  Tayangan melalui Indosiar yang ditayangkan pukul 04.30 setiap kali disaksikan oleh 1 juta pemirsa.
•  Tayangan melalui RCTI yang ditayangkan pukul 12.30 setiap hari Minggu disaksikan oleh 2,3 juta pemirsa
Dari yang hadir hanya 3.000 – 4.000 orang, setelah disiarkan bisa menjangkau jutaan pemirsa!
Yang luar biasa Tuhan tidak hanya berhenti sampai disitu, tetapi Tuhan terus mengembangkannya melalui media internet. Setiap KKR kita mulai dituntun oleh Tuhan untuk di upload ke Youtube, Facebook, Twitter dan website. Kita bahkan dikagetkan:
•  Ketika KKR di rayon 1D – Kelapa Gading bulan Oktober yang lalu yang dihadiri oleh sekitar 8.000 orang, ketika diupload ke Youtube, Facebook,Twitter dan Website; total reach-nya mencapai 1,5 juta! Luar biasa! Kami tertegun dan bertanya-tanya, apakah Tuhan sedang membuat sesuatu yang baru?
•  Ketika KKR di 2 desa, ternyata pada hari ’H’-nya total reach-nya mencapai 700-800 ribu dan setelah 1 minggu itu mencapai 1,7 – 1,8 juta!
•  Dan ketika KKR di GBK yang terakhir ini, yang hadir memang ±100.000 orang, tetapi total reach-nya melalui internet ini mencapai sekitar 2,5 juta!

 Ini sesuatu yang luar biasa yang belum pernah saya pikirkan. Jadi sekarang tidak ada masalah, jika yang hadir dalam sebuah KKR hanya 8.000 atau 10.000 orang, tetapi jangkauannya melalui internet bisa mencapai jutaan orang.  Ada seorang rekan hamba Tuhan dari Nigeria yang bernama Adeboye, mungkin yang satu-satunya di dunia yang mempunyai gedung yang seperti barak yang bisa menampung 1 juta orang. Mungkin hanya dia satu-satunya yang mempunyai seperti itu di Nigeria. Semua orang terheran-heran dan berkata, ”Wah, hebattt!”, tetapi tuntunan dan pemikiran Tuhan kepada kita seperti itu dan kita hanya mengikuti walau bertanya-tanya sebab rasanya tidak masuk akal. Coba kalau kita tidak mau mengikuti maka semua itu tidak akan terjadi, maka penjangkauan yang sebesar itu tidak akan terjadi.