Akhir Jaman (Pdt. Gilbert Lumoindong)

Posted On //
Bethany Nginden 16 Maret 2014 Sunday Service 4
Kotbah : Pdt.Gilbert Lumoindong

Daniel 11:31-32
Tentara apa yang muncul? Tentara Setan!
Berati setan dengan sangat serius untuk menghancurkan gereja, orang-orang yang pelayanan dengan berapi-api.
Tentara setan ini akan menajiskan tempat kudus. Kekuduskan bukan permohonan Tuhan, tapi itu adalah perintah Tuhan!
Tempat kudus (kekudusan) adalah benteng.
Jika kekudusan sudah runtuh, maka yang terjadi: Gak ada korban doa, gak ada korban pujian lagi.dan yang ada kekejian.
apa itu orang fasik? Orang Munafik. Dan diakhir jaman akan banyak orang menjadi murtad, tetapi umat yang mengenal Allah akan tetap kuat.

Akhir jaman adalah saat yang paling menggairahkan, disatu sisi adalah masa yang menyulitkan, namun disisi yang lain, masa yang penuh mujizat.
Yang menerima mujizat adalah:
1. Yang mau dekat dengan Tuhan, serta memprioritaskan Tuhan.
2. Yang mau bertahan dan setia.(Contoh: Yusuf, Daniel, Sadrakh-Mesakh-Abednego,dll)
3. Yang mau menjalani kehidupan secara benar dan berkualitas.

Adapun bagi yang main-main, setengah-setengah serta berjalan dalam kemunafikan, akan terus menghadapi masalah-masalah serius :
1. Tekanan dan ancaman pada keluarga, karena meningkatnya sikap hidup egois.
Senjata setan diakhir jaman sedang diarahkan ke keluarga.
Kalau suami (imam nya) rusak maka rusaklah keluarga itu. dan tugas Wanita (pilar penopang keluarga), yaitu berdoa.
Mulai dari keluarga, dan generasi akan diubahkan luar biasa.
2. Hilangnya ketulusan, serta kejujuran, karena manusia diperbudak oleh uang.
Modal hidup ini 2 : Jujur dan Tulus, dan ini makin susah dicari.
Di gereja banyak orang yang memakai topeng-topeng kepalsuan.
3. Munculnya semakin banyak pengkhianatan, disebabkan rendahnya komitmen moral manusia.
4. Ancaman ketakutan dan kekuatiran, karena tipisnya penyerahan dan iman.

Video on Youtube :
Channel : www.youtube.com/kingdomexplosion

Maaf video yang ini kurang lancar. Pemesanan : http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/contact