Perjanjian Darah
By STEFANUS SUSANTO
Posted On
//
Stanley, seorang missionary untuk Afrika sedang berhadapan dengan pasukan dari suku liar di daerah itu. Keadaan begitu kritis, karena suku itu sangat agresif dan tak bersahabat. Sampai akhirnya seorang teman me-mediasi mereka, sehingga keduanya berdamai dan sepakat mengikat perjanjian darah. Namun sebelum itu terjadi, kepala suku meminta stanley menyerahkan domba yang dimilikinya sebagai syarat,padahal susu domba itu sangat dibutuhkan buat kesehatannya yang memburuk. Akhirnya demi perjanjian itu, stanley merelakannya dan sebagai gantinya kepala suku menyerahkan tombaknya. Hari itu mereka blood brother. Tetapi yang hebat, kemanapun stanley pergi, begitu orang melihat tombak itu, semua menyembahnya. Tentu saja, itu membuat injil diberitakan dengan lebih cepat dan mudah. Sadarkah saudara, kita blood brother dengan Yesus. Haleluya.
By His Grace,
Pdt. Petrus Agung Purnomo
(Warta JKI Injil Kerajaan 19-20 April 2014)
Labels:
RENUNGAN SINGKAT