- Suatu tempat dimana doa-doa dinaikkan selama 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, 365 hari dalam setahun
- Merupakan pusat penjagaan bagi suatu kota dari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi akibat serangan musuh
- Sebagai tempat yang strategis untuk dapat mengintai dan mengendalikan keadaan kota serta daerah sekelilingnya (Habakuk 2:1-3)
(Yesaya 62:1,6-7)
- Karena kota-kota kita sedang dalam serangan kuasa kegelapan melalui sistem anti Kristus yang bekerja secara global di belakang kegiatan-kegiatan politik, ekonomi, budaya bahkan pendidikan yang menyusup di semua lapisan masyarakat. Kita perlu berjaga-jaga 24 jam penuh setiap hari untuk menangkal suara kegelapan.
- Karena kondisi kota-kota dan bangsa kita yang mengalami tantangan berat karena krisis multi dimensi. Kejahatan, teror, korupsi dan kemaksiatan yang merebak menuntut gereja-gereja dan kaum dunia kerja unutk bersatu dan berdoa sampai Tuhan menyatakan kemuliaanNya di kota-kota kita.
Visi
Yehezkiel 22:30
Bedoa syafaat bagi transformasi kota-kota dan bangsa-bangsa.
Misi
Yesaya 62:1-12
Demi transformasi bangsa, kami hamba-hamba Tuhan dan kaum dunia kerja bersatu dalam otoritas Allah, untuk senantiasa berseru-seru kepadaNya, mengingatkan Dia akan ikatan perjanjianNya, serta tidak membiarkan Dia diam sampai Ia menyatakan kehadiranNya dan kemulianNya atas kota-kota dan bangsa kami.
Bagaimana Membangun dan Follow Up MDK?
- Kumpulkan hamba-hamba Tuhan dan bagikan visi Menara Doa Kota (MDK), minta masukan dan kontribusi agar Menara Doa Kota dapat dilaksanakan
- Setiap gereja ditawarkan supaya mengutus Pendoa Syafaat untuk mengisi bagian-bagian sesi doa yang dijadwalkan, untuk memenuhi 24 jam/hari penuh
- Hamba-hamba Tuhan berkumpul satu bulan sekali, untuk mengevaluasi dan memberikan arahan-arahan ke depan
- Mulai memperbanyak Menara Doa Kota di setiap kecamatan atau keluarahan agar bangsa kita dipenuhi oleh doa-doa orang percaya.
- Sebagai tempat pengaduan dan ratapan kepada Tuhan, didasari oleh belas kasihan (Habakuk 2:1)
- Sebagai tempat penyimpanan senjata-senjata rohani dan sebagai pusat
strategis peperangan rohani serta pertahanan bagi suatu kota.
-
- Ada Firman yang hidup (Rhema)
- Pengajaran-pengajaran pewahyuan Tuhan sebagai senjata rohani (Efesus 6:17)
- Doa yang tak berkeputusan
-
- Sebagai tempat jaga kebun anggur (Yesaya 5:1-2; 2 Taw. 26:10) Anggur berbicara mengenai berkat dan kesukaan
- Sebagai tempat dimana pemerintahan secara rohani dilakukan (Mikha 4:8) Pemerintahan terjadi lebih dahulu di alam rohani baru dinyatakan di alam nyata.
- Tempat peperangan rohani dalam tingkat strategis, dimana iblis tidak diberi kesempatan sedikitpun untuk memanifestasikan pekerjaannya.
- Tempat dimana para Pendoa Syafaat dapat melepaskan kuasa Tuhan atas kota.
Tujuan, Dampak, Kontak
Tujuan :
- Gereja Tuhan di suatu kota dipersatukan dalam unity untuk bersama-sama menjaga dan mengendalikan kota.
- Para Pendoa Syafaat menjadi penjaga kota yang berdiri tegak, mengintai, meninjau, menantikan Tuhan dan mendengarkan apa yang difirmankanNya
- Mezbah dipertahankan menyala (Imamat 6:12-13)
- Kesatuan/kebersamaan gereja makin meningkat
- Jalan ke arah transformasi kota-kota dan bangsa-bangsa
- Kesejahteraan kota mulai dirasakan
- Menambah kerinduan umat untuk berdoa