Ringkasan khotbah Pdt.Petrus Agung - 21 April 2013
Sumber : JKI INJIL KERAJAAN
Yoh 6:1-9 – Yesus memberi makan 5000 orang.
1. Bapa surgawi
Setiap kali hati Yesus tergerak oleh belas kasihan selalu diikuti demonstrasi kuasa Tuhan.
Jika kita doa sesuai tuntunan Roh Kudus kepada Bapa dalam nama Yesus, maka Bapa tidak lagi lihat kita tapi melihat Yesus sendiri yang meminta. Maka Bapa akan berikan hal itu.
Saat Yesus menggambarkan Bapa seperti Tuan, Raja, Hakim, Pengusaha, Pemilik kebun anggur, maka tindakan dan reaksi Bapa bisa diduga.
Tapi setiap kali Yesus gambarkan Allah sebagai Bapa, tindakan Bapa susah ditebak.
KetikaAllah tampil sebagai Bapa kita, DIA Bapa yang protektif, melindungi, maha baik, punya segala-nya, dan berkata bahwa semua milikNya juga milik kita !
Saat murid-murid minta diajari berdoa, Yesus ajarkan: Bapa kami yang di surga. Bukan raja kami, tuan kami, atau sebutan lainnya.
Saat kita tidak punya siapapun di dunia, kita punya Bapa Surgawi yang sangat baik dan mengasihi kita.
Jangan pernah kuatir akan hidup dan masa depan kita, karena semua itu diatur dan dikendalikan oleh Bapa kita yang di surga.
Bapa di surga kenal kita, dan Dia tidak akan pernah telantarkan anak-anakNya karena Dia Bapa yang maha baik (Yoh 3: 16)
2. Respon hati yang benar terhadap hal yang kecil
Pertanyaan Yesus kepada Filipus adalah sebuah proyek besar: memberi makan 5000 orang.
Kita sering salah berfikir bahwa untuk menggenapi destiny itu kita harus siapkan dan punya banyak hal termasuk dana (Yoh 6: 9)
Setiap kali Tuhan beri visi, destiny dan tugas yang baru, maka di dalamnya sudah ada penyediaan Tuhan yang limpah bagi kita.
Bagi murid-murid 5 roti dan 2 ikan itu tidak berarti, bagi Yesus itulah cara penyediaan Bapa.
Reaksi kita saat punya kebutuhan yang sangat besar: sangat menentukan. Terutama jika kemudian kita mendapat berkat yang tidak sesuai dengan kebutuhan atau harapan kita.
Banyak berkat kita buang dengan ber-reaksi salah!
Kita sering bersyukur hanya karena perkara-perkara besar, tapi mengabaikan perkara-perkara kecil.
Mari waspada dengan reaksi-reaksi kita, cara kita bicara, sikap hati kita, karena itu berdampak besar pada berkat Tuhan dalam kehidupan kita.
Jangan pernah abaikan berkat sekecil apapun dalam hidup kita.
Kita dididik memberi perpuluhan bukan karena Tuhan butuh, tapi demi kepentingan dan kesejahteraan kita sendiri.
Tuhan selalu memulai sesuatu dari hal yang sederhana, kecil, dan di luar yang kita pikirkan. Saat bisa mensyukurinya maka keajaiban demi keajaiban akan Tuhan buat dalam hidup kita.
Keinginan manusia membatasi, berani menyerahkan kepada kehendak Tuhan membuat kita unlimited.
Keinginan manusia membuat kita just enough (sekedar cukup), menyerahkan pada keinginan Tuhan membawa kita more than enough (berkelimpahan).
Berkat kecil yang kita terima adalah ujian apakah bisakah kita tetap bersyukur pada Tuhan
Ucapan syukur mendatangkan kuasa multiplikasi Tuhan.