Dampak Mendapat Hikmat Dari Allah
Amsal 9:10 Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian
Orang yang takut akan Tuhan akan mendapatkan hikmat. Tetapi
kebanyakan orang berpendapat bahwa orang yang telah menyelesaikan
sekolahnya pada jenjang yang paling tinggi, maka orang tersebut dianggap
sebagai orang yang berhikmat. Padahal sebenarnya orang yang sudah lulus
sekolah belum tentu mempunyai hikmat, tetapi memiliki pengetahuan dan
hal ini sudah pasti.
Tetapi hikmat itu sendiri dapat diperoleh apabila kita takut akan
Tuhan dan melakukan segala perintahNya. Kalau diteliti, bahwa manusia
mempunyai otak yang diciptakan oleh Tuhan yaitu otak kiri dan otak
kanan. Otak kiri merupakan rasio, contohnya 2 ditambah 5 sama dengan
tujuh. Sedangkan otak kanan merupakan hikmat misalnya 2 ditambah 5 sama
dengan 5 ribu orang kenyang. Saudara, seandainya otak kiri diisi dengan
ilmu kedokteran maka orang berpendapat bahwa orang yang sudah mati empat
hari tidak bisa bangkit.
Pendapat tersebut dinyatakan benar karena sesuai dengan disiplin ilmu
yang mereka terima, tetapi otak kanan berpendapat berbeda. Orang yang
sudah sudah mati empat hari bisa bangkit. Otak kanan berpendapat
demikian atas dasar percaya kepada Tuhan Yesus. Contoh lain, yaitu orang
yang buta sejak kecil apabila menurut otak kanan bisa melihat tetapi
menurut otak kiri bahwa orang yang buta sejak kecil adalah takdir. Amsal
3:13-16 Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh
kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan
hasilnya melebihi emas, . . . . . Hikmat yang telah tertera diatas
adalah wahyu dari Tuhan.
Orang dunia tidak pernah memikirkan wahyu, tetapi hanya skill saja.
Tetapi orang yang percaya kepada Yesus maka di hidupnya ada Roh Kudus,
sehingga di dalam dirinya muncul hikmat. Akibat orang yang mendapatkan
hikmat akan mengalami kesuksesan yang luar biasa. Kerapkali orang
merindukan hikmat Tuhan tetapi mereka tidak mendapatkan karena mereka
memadamkan Roh Kudus yang ada di dalam dirinya, padahal Roh Kuduslah
yang memberikan hikmat atas kita. Manusia cenderung menggunakan
kepandaiannya saja daripada mengandalkan kuasa Tuhan.
Hal ini bukan berarti kita tidak boleh menggunakan akal budi kita
tetapi hal yang utama kita mengandalkan hikmat dari Tuhan yang ditunjang
oleh skill atau kepandaian kita. Daud termasuk orang yang IQ-nya kurang
sehingga ia harus dijadikan gembala domba (Mazmur 73:22). Namun
kakak-kakak Daud perawakannya tinggi besar dan IQ-nya cukup tinggi.
Meskipun Daud IQ-nya rendah tetapi di dalam diri Daud ada Roh Allah yang
dahsyat sehingga menjadikan diri Daud sebagai pribadi yang luar biasa.
Bukti dari kekuatan Roh Allah yang ada dalam diri Daud yaitu Daud
sanggup mengalahkan singa, beruang dan binatang buas lainnya. Kita tidak
bisa mengukur kemampuan seseorang hanya secara lahiriah saja karena
kita akan tertipu oleh penampilan seseorang.
Karena, kadang-kadang orang yang kelihatannya sederhana tetapi di
dalamnya ada Roh Allah maka orang tersebut termasuk orang yang luar
biasa. Kepandaian memang harus dipakai, tetapi yang terutama adalah
wahyu dari Tuhan supaya setiap langkah yang kita kerjakan dalam
kekuasaan Tuhan. Apabila kita hanya mengandalkan kepandaian saja, maka
yang terjadi dalam diri kita adalah kegagalan bahkan kutuk akan menimpa
kita, seperti yang tertulis dalam Yeremia 17:5 . . . . . terkutuklah
orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri,
dan . . . . Untuk itu janganlah kita mendukakan atau memadamkan Roh
Kudus, karena Roh Kuduslah yang mengerti isi hati Allah. Dan apabila Roh
Kudus ada dalam diri kita maka kita tahu apa yang menjadi keinginan
Allah atas hidup kita (I Korintus 2:10). Saat kita hidup dipenuhi oleh
Roh Kudus maka wahyu dari Tuhan akan turun atas kita untuk memimpin
setiap langkah-langkah kita guna melakukan pekerjaan yang luar biasa.
Tetapi apabila kita sudah mendukakan atau memadamkan Roh Kudus maka
langkah-langkah yang kita ambil bukan tuntunan dari Tuhan tetapi
kemampuan kita sendiri yang mengakibatkan banyak kesalahan dalam
mengambil keputusan. Salah satu contoh yaitu Ahitofel, ia adalah seorang
nabi yang diurapi. Pada waktu Daud hendak mengambil keputusan ia
mendapatkan nasehat dari Ahitofel, sehingga langkah-langkah yang diambil
oleh Daud berada dalam pimpinan Tuhan dan apa yang dilakukannya selalu
berhasil.
Tetapi suatu saat, Daud melakukan kesalahan yaitu mengambil istri
Uria dengan jalan membunuh Uria melalui pertempuran. Waktu itu Uria
ditugaskan untuk maju ke medan pertempuran dengan posisi terdepan
sehingga Uria mati terbunuh dengan maksud apabila Uria mati maka Daud
bisa mengambil istrinya yaitu Batsyeba. Dengan kejadian itu Ahitofel
timbul kebencian terhadap Daud karena Batsyeba adalah cucu daripada
Ahitofel. Karena kebencianlah Ahitofel melakukan tindakan yang salah,
akhirnya bukan Roh Tuhan yang memimpin dia tetapi rasa kecewalah yang
menuntun jalan Ahitofel, padahal dia adalah orang yang diurapi secara
luar biasa pada awalnya. Demikianlah kita, apabila ada rasa benci,
kecewa, kepahitan maka hal itu akan menghambat kita untuk mendapatkan
wahyu dari Tuhan. Padahal modal manusia roh adalah : Wahyu Tuhan,
mendapat nubuatan, dipimpin Roh Kudus, berjalan dalam iman, berdoa dalam
roh. Amin
Ringkasan khotbah pdt.Alex Abraham tanusaputera
By STEFANUS SUSANTO
Posted On
//
Labels:
RINGKASAN KHOTBAH