3 Yohanes 1:2-4 “Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga
engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti
jiwamu baik-baik saja.
Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang
dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang
engkau hidup dalam kebenaran.
Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran."
Abraham dipanggil dari sanak keluarganya yang adalah penyembah
berhala. Sebelum dipanggil, gaya hidup keluarga Abraham waktu itu adalah
bercampur baur, yaitu ada yang menyembah berhala. Tetapi mungkin ada di
antara keluarganya yang mengenal Tuhan yang benar oleh karena keturunan
mereka berasal dari Henokh. Setidaknya mereka memiliki hati nurani
untuk mengenal Tuhan yang benar. Tetapi gaya hidupnya tidak sesuai
dengan kehendak Tuhan. Untuk itu Abraham dipanggil Tuhan. (Baca Kejadian
12). Ini dilakukan Tuhan agar Abraham bisa berjalan dengan Tuhan dan
Tuhan bisa membentuk hidup Abraham.
Dari Abraham kita dapat belajar tentang iman-nya. Iman merupakan
pemberian Tuhan. Setiap dia berhenti di suatu tempat, Abraham membuat
mezbah bagi Tuhan dan mengorbankan korban bakaran. Ada darah yang
tercurah dan ada pengampunan dosa. Abraham mulai mengerti bahwa korban
itu mengampuni dosanya. Demikian juga kita yang hidup di Perjanjian Baru
diselamatkan oleh darah Yesus.
Abraham juga dalam hidupnya pernah
tersandung kepada dosa dan ia meminta pengampunan. Abraham ada usaha
untuk hidup dalam kehendak Tuhan.
Dari Abraham muncul Ishak. Ishak menabur dan menuai dan ia sangat
diberkati sambil menjaga budi pekertinya dengan baik. Dari Ishak muncul
Yakub. Waktu Yakub keluar dari rumahnya dengan membawa tongkat saja.
Yakub kembali ke rumahnya dengan dua pasukan. Waktu itu Yakub memiliki
12 anak yang akhirnya menjadi 12 suku Israel. Lalu muncul Yusuf yang
juga akhirnya sukses di tanah Mesir. Waktu itu juga, oleh karena bencana
kelaparan, bangsa Israel pergi ke Mesir dan diam di tanah Gosen. Di
Gosen, bangsa Israel ditekan oleh bangsa Mesir. Muncul Musa yang datang
untuk membebaskan mereka. Di Gosen, mau tidak mau mereka bercampur
dengan kebudayaan setempat. Kalau kita simpulkan peristiwa di atas, maka
kita dapatkan bahwa kisah Abraham berbicara tentang “iman,” Ishak
berbicara tentang pengharapan, dan Yakub berbicara tentang kasih.
Musa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Di tengah
perjalanan turun 10 hukum Allah. Sepuluh hukum Allah ini berbicara lebih
jelas lagi. Mereka yang melanggar hukum Allah akan dihukum mati,
sedangkan yang taat 10 hukum Allah menjadi sangat diberkati. Jadi,
karakter dari orang Israel dibentuk oleh Hukum Taurat. Ini dilakukan
karena Allah ingin memiliki umat yang punya karakter khusus yang tidak
melanggar 10 hukum Allah. Saat ini, biarlah 10 hukum Allah muncul dalam
hidup kita, yang hidup dalam Perjanjian Baru ini, oleh karena kuasa Roh
Kudus.
Bangsa Israel dapat memiliki Kanaan kalau mereka memiliki
karakter sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuhan berjanji kepada Abraham
dengan sumpah bahwa keturunannya akan diberkati asalkan mereka taat
kepada kehendak Tuhan. Ulangan 28:1 berkata, “Jika engkau baik-baik
mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala
perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN,
Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.” Baca
juga: Ulangan 28:2-14
Saat ini Tuhan memberikan pengertian bahwa jika seseorang hanya
diperlengkapi dengan iman, pengharapan dan kasih saja belumlah cukup.
Memang mereka memiliki hidup dan kerohanian yang bertambah baik, tetapi
terkadang kita lupa tentang karakter. Karakter yang buruk dapat
menghalangi berkat Tuhan yang akan diberikan kepada kita tanpa batas.
Memang
sampai hari ini bangsa Israel tetap memegang Hukum Taurat, padahal
tidak ada seorangpun yang bisa melakukannya. Untuk itu Tuhan datang
untuk menyucikan dengan darah-Nya melalui Yesus Kristus. Sekarang oleh
anugerah Allah dosa kita disucikan oleh darah Yesus.
Setelah diampuni, Roh Kudus akan menuntun kita di dalam
kebenaran. 3 Yohanes 1:2-4 berkata, “Saudaraku yang kekasih, aku berdoa,
semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama
seperti jiwamu baik-baik saja. Sebab aku sangat bersukacita, ketika
beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam
kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran. Bagiku tidak ada
sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup
dalam kebenaran.” Tuhan menghendaki agar kita memiliki karakter baik dan
memiliki gaya hidup khusus dan tidak seperti dunia ini. 10 Hukum Allah
merupakan hikmat Allah yang harus menjadi gaya hidup umat Tuhan. Hidup
dalam kebenaran inilah yang disebut hikmat. Kalau seseorang berhikmat,
ia akan mengenal Allah-nya. Kalau seseorang hidup dalam kebenaran, maka
akan dibuat berhasil oleh Tuhan.
Ayub adalah seorang yang takut akan Tuhan tetapi seijin Tuhan ia dicobai iblis.
Ayub sangat menderita. Maksud Allah adalah agar Ayub keluar dari
ujian tersebut dan memiliki karakter seperti emas. Ayub menjadi sangat
diberkati oleh karena dia lulus dari ujian. Untuk itu jangan terpancing
untuk bertindak sesuatu yang melanggar firman Allah. Ayub dalam hal ini
tetap menyambut istrinya yang walaupun sempat mengolok-olok dia. Ayub
memiliki karakter seperti emas. Baca: Ayub 28:12-20. Hikmat yang
dimiliki Ayub sangat berharga.
Amsal 8:19-21 berkata, “Buahku lebih berharga dari pada emas,
bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan. Aku
berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan, supaya
kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh
perbendaharaan mereka.” Karakter yang baik akan berbuah baik juga.
Berkat itu akan sampai kepada keturunan kita. Kalau kita mendapatkan
hikmat ini, maka semuanya akan ditambahkan kepada kita.
Baca Keluaran 20:1-17 tentang 10 Hukum Taurat. Dijelaskan bahwa
Allah menghendaki agar umat Tuhan memiliki gaya hidup yang lain dari
dunia ini. Orang yang memiliki karakter seperti mutiara dan emas pasti
akan diberkati Tuhan. 10 hukum Allah membentuk suatu karakter mutiara
dan emas. Dengan karakter ini juga, kita dapat menjadi garam dan terang
dunia ini. Percaya bahwa Roh Kudus akan menolong kita. Amin
Sumber : GrahaBethany
Karakter Umat Tuhan Yang Terbentuk (Pdt.Alex Abraham)
By STEFANUS SUSANTO
Posted On
//
Labels:
RINGKASAN KHOTBAH