Tetapi seperti ada tertulis: " apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Tuhan untuk mereka yang mengasihi Dia."
(I korintus 2:9)
Saat kita tahu bahwa kita punya Tuhan yang tak terhingga, hati kita bersukacita. Saat kita tahu bahwa di dalam Dia kita juga bisa menikmati yang " mata belum pernah lihat, apa yang tak pernah timbul dalam hati manusia", hati kita begitu berbunga. Tetapi kemudian timbul masalah besar. Untuk menikmati itu semua, kita dan apa yang kita punya harus disatukan dengan yang tak terhingga itu.
5 roti 2 ikan harus disatukan dengan Yang Tak Terhingga, demikian juga dengan tepung dan minyak dari janda Sarfat, tapi juga harta dari orang muda yang kaya itu yang diminta-Nya juga. Yang tak punya banyak biasanya bertindak begitu berani. Tapi yang merasa punya banyak, biasanya tak bergerak banyak.
Saudara ingin diberkati? Ingin menikmati hidup yang tak terhingga? Beranikah menyatu dengan Dia dengan semua yang engkau miliki? Ya,cuma itu caranya segelas air jadi tak terhingga, yaitu ketika dituang ke samudera raya.
Ah, kiranya banyak anak-anak-Nya yang sungguh percaya kepada-Nya seutuhnya...
(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)