Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN SINGKAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN SINGKAT. Tampilkan semua postingan

Perbedaan Logos dan Rhema

Posted On //
Sering kali kita mendengar pendeta berdoa : Biar FirmanMu yang disampaikan/Logos menjadi rhema dalam kehidupan.
Seolah-olah logos : Firman secara umum, dan rhema : Firman secara khusus yang menyentuh hati orang.
Apakah Logos dan Rhema berbeda?

3 alasan  logos dan rhema adalah sama:

1. Kata logos dan rhema dipakai secara sinonim dalam alkitab.
Contoh : Kisah Rasul 10:44 Petrus kotbah di kornelius. Disitu tertulis Petrus menyampaikan rhema dan mereka mendengar logos.
Kalau kita cari di alkitab, kata rhema tidak selalu berati Firman Tuhan dan tidak selalu positif. Matius 12:36 setiap "kata-kata" (rhema) yang sia-sia.
dan proses Tuhan Yesus diadili ada tuduhan palsu. Kata tuduhan ini juga dipakai kata rhema.

2. Seolah-olah kita membatasi kuasa Firman pada manusia.
Kalau manusianya menerima/meresponi/tersentuh/mendapat berkat baru logos berubah jadi rhema.
Firman Tuhan disampaikan adalah Firman Tuhan yang berkuasa baik diterima atau tidak diterima tetap Firman Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia.
Firman Tuhan tidak dibatasi oleh respon manusia.
Contoh : Yesaya 6:9-10
Yesaya diperintahkan memberikan kebenaran tapi Allah tau orang-orang israel tidak akan menerima berita yang dibawa oleh Yesaya. Apakah Firman yang dibawa yesaya tidak berkuasa? Jelas tidak.
Terlepas dari respon manusia.

3. Perbedaan logos dan rhema mirip konsep Neo Ortodoks atau konsep Bartianisme.
Karl Barth mengatakan alkitab tidak bisa keliru. tetapi dibagi alkitab yang tertulis bisa keliru tapi alkitab yang mengena hati kita tidak bisa keliru.
Pembedaan ini seperti logos dan rhema seperti teologi liberal.

Alkitab tidak pernah membedakan antara Rhema dan Logos. Menjadi berbahaya sekali ketika Rhema menjadi lebih penting daripada Logos.
[Read more]

Jika Mereka Tertawa

Posted On //
Para pemimpi, biasanya kenyang dengan olokan, tawa sinis dan canda yang penuh cemooh.
Sebenarnya mereka adalah pemompa semangat, cambuk yang membuat kita lari lebih cepat.
Saat Nuh membangun bahtera, bukankah dia kenyang dengan itu semua.
Tetapi tahan menanggung cela, adalah kualitas seorang juara sejati.
Impian besar yang beyond human, selalu mengundang kritik.
Tetapi yang beyond human itu adalah yang ilahi.
Saudaraku, bila mereka tertawa, abaikan.
Sebab toh tangan mereka tidak pernah terulur untuk menolong kita.
Terus lari, run to win

By His Grace,
Pdt. Petrus Agung Purnomo
(Warta JKI Injil Kerajaan 25-26 April 2015)
[Read more]

Baca Dulu, Baru Mengerti

Posted On //
Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca?" Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk disampingnya.
(Kisah Para Rasul 8:30-31)
Sida-sida itu tidak mengerti isi kitab nabi Yesaya. Namun ia tetap membacanya.
Sikap itu yang membuat Roh Kudus membawa Filipus membimbing dan menjelaskan semuanya sehingga dia diselamatkan.
Tiap hari saat Anda membaca Firman Tuhan, bukankah kita sering tidak mengerti?
Jangan berhenti membaca. Terus baca dengan kehausan dan kelaparan akan Tuhan.
Pasti Roh Kudus yang sama akan memberi pengertian dan membimbing kita untuk bisa menangkap hati Tuhan.
Namun kenyataannya, banyak yang berhenti membaca Firman hanya dengan alasan: tidak mengerti, tidak memahami dan sebagainya.
Belajarlah punya sikap seperti sida-sida.
Dia belum mengerti, tidak ada yang membimbing, tapi terus membaca dan membaca.
Sudahkah saudara membaca Firman-Nya hari ini?

(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The KING" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)
[Read more]

IA DAN MEREKA

Posted On //
"Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Tuhan kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya." (Yesaya 40:28)
"Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." (Yesaya 40:31)
Kedua ayat itu bicara tentang bagaimana mewarisi sesuatu yang ajaib dari Tuhan. Di ayat ke-28, Tuhan kita Tuhan yang tidak menjadi lelah dan lesu. Di ayat ke 31, kita yang akan jadi orang yang tidak menjadi lelah dan lesu.
Siapa yang kita paling nantikan dalam hidup kita, Dialah yang akan memberi warna paling dominan dalam hidup kita juga. Jika manusia tertentu yang paling kita nantikan, maka dialah sumber segalanya dan warna hidup kita. Dan kita akan jadi seperti dia.
Tetapi jika Tuhan yang kita nantikan, maka kita akan makin serupa dengan Dia. Kekuatan dan penyertaan-Nya akan mengalir dalam hidup kita.
Jadi, nantikanlah Tuhan. Berharap pada-Nya dan bukan pada yang lain.

(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo )
[Read more]

MENURUT CONTOH YANG TELAH DILIHATNYA

Posted On //
"Kemah Kesaksian ada pada nenek moyang kita di padang gurun, seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa untuk membuatnya menurut contoh yang telah dilihatnya." (Kisah Para Rasul 7:44)
Musa membuat kemah pertemuan menurut contoh yang telah dilihatnya. Berarti ada dua hal yang harus dimengerti:
1. Di Sorga ada pola atau pattern atau contoh.
Apa pun yang di bumi seharusnya mengacu pada apa yang ada di Sorga. Itulah sebabnya doa Yesus berkata: Jadilah kehendak-Nya di bumi SEPERTI di sorga. Atas segala sesuatu yang kita lakukan, ada standartnya, ada polanya, ada contohnya. Semua kreasi, ide terbaik, karya termutakhir apa pun ada di sana.
2.Mintalah itu diinspirasikan dalam hidup dan pekerjaan kita, maka sorga turun ke bumi. Dengan kata lain mintalah agar kita bisa melihat semua pola dan contoh itu.
Saat inspirasi sorga turun maka semua yang terbaik dalam segala hal akan turun ke bumi. Akan lahir pekerja, seni, budaya, kecerdasan, ilmu pengetahuan dan sebagainya yang dari atas.
Luar biasa... Jadi mintalah...
(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" )
[Read more]

BACA DULU, BARU MENGERTI

Posted On //
"Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?" Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya."
(Kisah Para Rasul 8:30-31)
Sida-sida itu tidak mengerti isi kitab nabi Yesaya. Namun ia tetap membacanya. Sikap itu yang membuat Roh Kudus membawa Filipus membimbing dan menjelaskan semuanya sehingga dia diselamatkan.
Tiap hari saat anda membaca Firman Tuhan, bukankah kita sering tidak mengerti? Jangan berhenti membaca. Terus baca dengan kehausan dan kelaparan akan Tuhan. Pasti Roh Kudus yang sama akan memberi pengertian dan membimbing kita untuk bisa menangkap hati Tuhan.
Namun kenyataannya, banyak yang berhenti membaca Firman hanya dengan alasan: tidak mengerti, tidak memahami dan sebagainya.
Belajarlah punya sikap seperti sida-sida. Dia belum mengerti, tidak ada yang membimbing, tapi terus membaca dan membaca.
Sudahkah saudara membaca Firman-Nya hari ini?
(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" )
[Read more]

NAIK KE HADIRAT TUHAN

Posted On //
"Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Tuhan dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Tuhan. Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Tuhan masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!" Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Tuhan dan Tuhan mengingat engkau."
(Kisah Para Rasul 10:1-4)
Keunikan dalam hubungan kita dengan Kristus adalah: apa pun yang kita lakukan di dunia ini, untuk DIA ataupun untuk saudara-saudara kita, ternyata semuanya itu NAIK KE HADIRAT TUHAN. Jadi apa pun yang kita buat, haruslah dengan pengertian itu. Kebaikan, kemurahan hati, pengorbanan, penyembahan, pelayanan atau apa pun yang lainnya, semua itu NAIK KE HADIRATNYA. Dengan kata lain, sekali pun tidak ada manusia yang tahu dan menghargai, tetap semuanya itu naik kepada-Nya.
Jadi jangan pernah lelah untuk terus melakukan kebaikan, pelayanan, pengorbanan, sebab semua itu tak akan sia-sia. Dan bahkan lebih dari itu, kita juga akan DIINGAT TUHAN. Jika Tuhan INGAT kita, maka bereslah semuanya.
Puji Tuhan...

(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" )
[Read more]

DARI BUAHNYA.....

Posted On //
"Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."
(Yohanes 10:38)
Pelayanan dan pengajaran Yesus menimbulkan pertentangan yang begitu hebat. Tidaklah berlebihan ketika Yesus berkata Dia datang membawa pedang. Lihatlah begitu banyak yang menikmatiNya dan menjadi pengikut-Nya. Namun tak sedikit yang menghujat dan akhirnya menyalibkan-Nya.
Yesus dikasihi banyak orang, namun juga dibenci. Dia dipuji tapi juga dicaci. Itulah yang membuat Tuhan berkata, lihatlah pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan. Dengan kata lain, lihatlah dari buahnya.
Itulah nasehat yang ajaib, jika kita ingin melihat kebenaran yang ada. Polemik ataupun perdebatan yang berkepanjangan tak menghasilkan faedah apa pun. Kita dinilai bukan dari perkataan kita saja namun pekerjaan kita juga. Bahkan ujungnya yang lebih banyak dilihat adalah karya dan bukan kata. Berkaryalah...bekerjalah...

(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" )
[Read more]

BERPIKIR SEBENTAR

Posted On //
"Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: 'Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi.' Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa."
(Kisah Para Rasul 12:11-12)
Manusia terdiri dari roh-jiwa-tubuh. Ketiganya harus ditundukkan pada kehendak Kristus dan pikiran Kristus. Men-non-aktifkan satu di antaranya akan begitu merugikan dan tak ada faedahnya.
Petrus mengalami perjalanan roh yang dahsyat. Tubuhnya bisa menembus gerbang besi, yang hanya bisa terjadi jika kita total dikuasai roh. Namun setelah balik pada 'kesadaran'nya, Petrus-pun 'berpikir' sebentar.
Menggunakan pikiran total juga rugi, karena tidak ada mujijat di dalamnya. Tetapi membuang pikiran juga sebuah kebodohan, karena kita masih hidup dalam daging.
Jadi harus bagaimana? Biarlah hidup kita dikuasai oleh Roh Kudus, tapi bagaimanapun berpikirlah,..walau sebentar.
Puji Tuhan.
(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" )
[Read more]

LoveJoy

Posted On //
Ada komet yang sedang melintasi bumi kita hari-hari ini, komet ini terakhir melintas 11.000 tahun lalu dan tidak akan melintas sampai 8.000 tahun lagi.
Menurut saya, komet ini mempunyai nama yang paling indah di antara nama-nama komet-komet yang lain: Lovejoy. Mengapa diberi nama itu? Sebab komet itu ditemukan oleh astronom amatir, bernama Lovejoy.
Saya belajar, tiap saat hidup kita bisa menyuarakan berita ke umat manusia. Namai hidup dan diriku dengan yang berguna, yang membawa kebahagiaan, pengharapan, iman, bahkan mujizat. Maka sekalipun orang menganggap kita amatir, kita adalah kasih, sukacita, panjang sabar, murah hati.......... Tiap kali melintas, maka nama itulah yang melintas dan menyemarakkan hidup banyak orang.... Amin??
By His grace,
Pdt. Petrus Agung Purnomo

(Warta JKI Injil Kerajaan 17-18 januari 2015)
[Read more]

LEGALITAS

Posted On //
"Kemudian dari pada semuanya itu, pada zaman pemerintahan Artahsasta, raja negeri Persia, maka berangkatlah Ezra bin Seraya bin Azarya bin Hilkia bin Salum bin Zadok bin Ahitub bin Amarya bin Azarya bin Merayot bin Zerahya bin Uzi bin Buki bin Abisua bin Pinehas bin Eleazar bin Harun, yaitu Harun imam kepala." (Ezra 7:1-5)
Mengapa Ezra harus ditulis silsilahnya dan berujung pada Harun, Imam Kepala atau Imam Besar? Sebab itulah yang menjadi bukti keabsahan secara hukum bagi Ezra untuk melaksanakan tugasnya sebagai pengatur kebaktian.
Di dalam hidup kita, keabsahan kita secara umum ada pada saat kita menjadi anak-anak Tuhan. Namun secara khusus, tiap kita sebenarnya memiliki mandat pribadi dari Tuhan untuk melaksanakan apa yang Tuhan kehendaki. Mandat itu adalah keabsahan secara legalitas di hadapan Tuhan, manusia dan semua roh termasuk roh jahat.
Saat seseorang menjalankan pelayanannya, maka bukti kelegalitasannya adalah urapan Tuhan dalam hidupnya. Karena itulah penting buat kita untuk melakukan segala sesuatunya dalam ketepatan.

(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" )
[Read more]

TIDAK PERCAYA

Posted On //
"Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Tuhan, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Tuhan: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."
(2 Raja-Raja 7:2)
Hari-hari ini, hal yang paling berbahaya adalah "KETIDAKPERCAYAAN". Ketika pertolongan Tuhan seperti bertahap, selangkah demi selangkah, ketidakpercayaan mungkin hanya akan berakibat pada lambannya mujizat dan pertolongan Tuhan dalam hidup kita. Dan seringkali ketidakpercayaan hanya berujung pada tidak terjadinya mujizat atau janji Tuhan dalam hidup kita.
Namun ketika Tuhan bekerja dengan kuat dan cepat, ketidakpercayaan bisa begitu berbahaya. Ketidakpercayaan bisa mendatangkan kematian. Ketidakpercayaan mendatangkan hukuman yang seketika.
Saat Tuhan bergerak langkah demi langkah, belajarlah untuk percaya. Waktu Dia bergerak dengan cepat dan kuat, tak ada pilihan... harus percaya... dan percaya.

(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" )
[Read more]

MENCAMPURI URUSAN

Posted On //
"Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Tuhan, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Tuhan: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."
(2 Raja-Raja 7:2)
Elisa sedang berbicara kepada Raja dan bukan kepada ajudan Raja. Tetapi perwira yang menjadi ajudan Raja itu sungguh tak tahu menempatkan diri. Tiba-tiba dia angkat bicara. Tiba-tiba dia menjawab. Dan jawabannya adalah jawaban ketidakpercayaan. Akibatnya dia mati terinjak-injak rakyat pada saat mujizat datang.
Tiap kita punya peran dan jalur yang sudah ditentukan. Tiap kita berfungsi pada bagian-bagian kita masing-masing di hadapan Tuhan. Tidak berarti kita tidak boleh ikut bicara dan berpendapat. Tetapi alangkah bijaksananya kita berpikir dua kali sebelum ikut berpendapat. Kita harus belajar untuk menimbang apakah yang sedang dibicarakan itu perkara manusia atau perkara Tuhan.
Menjamah area atau rahasia ilahi memang hal yang bisa berakibat serius. Jadi, jadikan cerita ini pelajaran buat ke depan.

(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" )
[Read more]

DAPAT DIPERCAYAI

Posted On //
"Mereka kemudian tidak mengadakan perhitungan dengan orang-orang yang diserahi uang itu untuk memberikannya kepada tukang-tukang, sebab mereka bekerja dengan jujur." (2 Raja-Raja 12:15)
Betapa sulitnya kita mendapati orang yang jujur dan punya integritas dalam hari-hari ini. Dimana apa pun yang kita percayakan, kita yakin tidak akan diselewengkan atau disalahgunakan.
Kiranya sifat jujur seperti itu Tuhan dapati ada pada kita. Kiranya kita adalah orang-orang yang dapat dipercayai. Sebab 'dapat dipercayai' sebenarnya melebihi kecakapan, ketrampilan dan kemampuan kita.
Sehebat apa pun kita, jika Tuhan tidak mempercayai kita, maka semuanya hanya akan berkembang sebatas kepercayaan-Nya itu.
Saudara, jadilah orang yang jujur dan berintegritas. Luar dan dalam kita sama. Jika kita seorang bawahan, biarkan pemimpim kita bisa tidur dengan nyenyak tanpa was-was. Bila kita seorang hamba Tuhan, kiranya Tuhan menambahi kita dengan mandat dan berkat baru.
Karena Paulus berkata, untuk jadi pelayan Perjanjian Baru, yang diminta adalah: dapat dipercayai...

(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" )
[Read more]

KEGERAKAN TERAKHIR (4)

Posted On //
"Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan atas yang besar yang sudah lengkap, di situlah kamu harus mempersiapkannya." (Lukas 22:12)
Kegerakan terakhir butuh prioritas utama hidup kita, butuh juga ruang buat Tuhan untuk bergerak dengan bebas, tetapi juga butuh totalitas utuh dan lengkap sebagai hamba-hamba-Nya. Dan yang tak boleh dibuang adalah 'persiapan' kita.
Biasanya kita malas menyiapkan sesuatu untuk yang di depan. Bukankah pada umumnya anak-anak malas belajar? Atau kita merasa sudah siap dan tak perlu mempersiapkan apa pun. Biasanya setelah yang kita nantikan datang, kita baru sadar betapa tidak siapnya kita.
Saudaraku, ayo siapkan diri, perluas kemah kita, perbanyak tempayan kita, siapkan semuanya karena lawatan sedang datang. Berkat-Nya seperti air bah yang dahsyat. Jangan santai dan buang waktu untuk yang sia-sia.... Gerbang emas telah kita masuki.

(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" )
[Read more]

KEGERAKAN TERAKHIR (3)

Posted On //
"Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan atas yang besar yang sudah lengkap, di situlah kamu harus mempersiapkannya." (Lukas 22:12)
Selain Tuhan butuh ruang atas/prioritas utama dan ruang yang besar/kebebasan bergerak, maka ruang itu pun harus lengkap. Tuhan bergerak melalui totalitas kita sebagai hamba-hamba-Nya. Artinya, kita harus berikan kepada-Nya, roh jiwa dan tubuh kita seutuhnya. Lengkap tanpa terkecuali.
Jika hanya roh kita yang tersedia, tidaklah mungkin Tuhan bergerak bebas. Seluruh totalitas kita, rohani jasmani. Pikiran perasaan kehendak kita. Harta dan waktu kita bahkan harga diri pun harus rela diberikan.
Tersediakah semua itu bagi Yesus di dalam ruang hidup kita? Jika kita berikan pada-Nya prioritas utama, ruang gerak yang luas serta totalitas kita sebagai hamba, pasti dahsyat hasilnya. Luar biasa.

(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" )
[Read more]

KEGERAKAN TERAKHIR (2)

Posted On //
"Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan atas yang besar yang sudah lengkap, di situlah kamu harus mempersiapkannya." (Lukas 22:12)
Selain ruang atas yaitu prioritas, maka ruang itu haruslah besar. Tuhan butuh ruang yang besar untuk bergerak, sebab Dia Tuhan yang maha besar dan ini adalah kegerakan yang besar.
Ruang yang besar itu adalah 'kebebasan' buat Yesus bergerak, tapi juga iman yang besar untuk berani melangkah dengan Dia. Yesus pernah memuji 2 orang karena besar imannya. Mereka adalah perempuan Siro Fenisia dan perwira Romawi yang hambanya sakit. Iman besar atau big faith inilah yang menggerakkan lawatan dengan tanpa henti. Iman besar ini jugalah yang Tuhan rindu ada dalam hidup kita.
Saudaraku, Dia harus diberi tempat yang teratas atau mendapatkan prioritas utama, Dia juga butuh ruang yang besar. Ayo berikan itu pada-Nya..

(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" )
[Read more]

Berfungsi

Posted On //
Berfungsi lebih baik daripada status. Status sejati datang dengan sendirinya. Yusuf adalah Raja Muda bagi Yakub, bagi Potifar, bagi kepala penjara, dan akhirnya bagi Firaun.
Banyak orang mengejar status dan pengakuan, tetapi yang seharusnya adalah: Berfungsilah. Maka jika kita bermimpi jadi besar, berfungsilah sebagai pelayan bagi semua. Namun banyak pelayan hari ini bermental boss, sehingga tidak tahan lama-lama di bawah. Jarang‎ sekali, seandainya semua sadar, saat bisa melayani adalah tangga untuk naik ke atas yang disediakan khusus bagi kita.
Do you want to go up? Go down first in humility or hineni in Bahtera. Old quote, but powerful. Praise the Lord.

By His grace,
Pdt. Petrus Agung Purnomo
(Warta JKI Injil Kerajaan 10-11 Januari 2015)
[Read more]

KEGERAKAN TERAKHIR (1)

Posted On //
"Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan atas yang besar yang sudah lengkap, di situlah kamu harus mempersiapkannya." (Lukas 22:12)
Sewaktu di Seoul Korea, suatu pagi Roh Kudus berbicara sangat jelas, bagaimana kita harus mempersiapkan diri untu sebuah lawatan terakhir. Sekaligus, inilah syarat untuk seirama dengan Raja.
Kegerakan terakhir, mirip dengan perjamuan terakhir, dimana harus tersedia RUANG yang cukup dalam hidup kita. Ruang yang bagaimana? Yang pertama haruslah 'ruang atas'. Saya menangkap bahwa itulah yang disebut prioritas utama dalam hidup kita. Tidak boleh ruang bawah, apalagi bawah tanah. Haruslah yang di atas, haruslah kegerakan dan Tuhan kita rindukan, ingini, dan prioritaskan.
Tuhan dan kegerakan terakhirnya bukan hanya sebagai sarana, tapi harus jadi tujuan. Sudahkah Dia menjadi prioritasmu? Saudara ingin sejalan dengan Raja? Prioritaskan dan jangan nomor duakan...

(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" )
[Read more]

YUSUF-YUSUF AKHIR ZAMAN (3)

Posted On //
"Berkat ayahmu melebihi berkat gunung-gunung yang sejak dahulu, yakni yang paling sedap di bukit-bukit yang berabad-abad; semuanya itu akan turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya."
(Kejadian 49:26)
Yusuf adalah 'yang teristimewa' di antara saudara-saudaranya... atau dia seperti seorang pangeran di banding saudara-saudaranya. Apa maksudnya? Yusuf punya perilaku, sikap, perhitungan, kedewasaan, cara pikir, tanggung jawab dan sebagainya di atas rata-rata. Dia berpikir, berperasaan dan berpertimbangan yang amat beda. Tidak hidup seperti rata-rata orang lain, tapi hidup di atas rata-rata dalam prestasi, kematangan, sikap hati dan sekali lagi tanggung jawabnya.
Keistimewaan ini bukan bakat dari lahir, tetapi pengembangan kepribadian lewat tempaan hidup. Tentu pengerjaan Tangan Tuhan ada di balik semua yang dilewatinya.
Karena itu, jangan mudah bersungut-sungut, merengek-rengek, manja, gampang menyerah, mudah kecewa dan putus asa. Mereka yang kekanak-kanakan tak bisa duduk di tahta. Mereka yang tak bertanggung jawab tak akan dipercayai.
Jadilah dewasa, di atas rata-rata. Amin.

(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" )
[Read more]