Prinsip - prinsip Kuasa (Ev. Reinhard Bonnke)

Posted On //
1 Februari 2014 : PRINSIP-PRINSIP KUASA

Jika ingin kekristenan maju, kita harus mengikuti cara Ilahi. Kristus tahu bahwa dunia akan makin meluas. Sekarang ini ada enam puluh kali lipat lebih banyak orang yang hidup daripada ketika Dia masih berada di dunia.  Dia mengharapkan agar dunia mendengar suaraNYA yang perlahan yang dikatakan di zaman dahulu di suatu provinsi Romawi yang tidak dikenal, bukan dengan metode-metode propaganda normal, namun oleh kuasaNYA. Karena dunia melayang antara kehidupan dan kematian spiritual, pertimbangan sepenuhnya harus diberikan kepada apapun yang dapat menyelamatkan takdir orang-orang yang berharga.
Sama seperti di padang gurun, Yesus dicobai utk menyalahgunakan kuasa Ilahi ketika Ia telah dipenuhi oleh Roh Kudus...jadi yg lainnya mungkin akan dicobai dengan cara yg sama. Pencobaan itu muncul dari kesombongan, yg merusak motif tulus kita akan karunia kuasa, dan menciptakan tingkah laku flamboyan dan tampilan egoistis. Yesus dicobai setan untuk menjatuhkan diriNYA dari bubungan bait Allah. Satu hal yang harus dimasukkan ke dalam hati adalah bahwa supranatural tidak selalu sensasional. Kita mungkin akan menarik kekaguman pribadi karena karunia-karunia kita, tetapi tugas kita adalah untuk membuat pandangan orang-orang terpusat pada Yesus. Ketika Paulus dan Barnabas disembah di Listra, mereka ketakutan, dan berlari di antara orang-orang untuk menegaskan bahwa mereka bukanlah Tuhan.
"Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepadaNYA beroleh hidup yang kekal".
"Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Aku-lah Dia"
Yesus berkata bahwa generasi ini mencari tanda. Sensasi selalu memiliki pasar. Kita dapat mengeksploitasi situasi dan menggunakan karunia-karunia Allah bagi keuntungan diri kita sendiri. Simon Magus menginginkan Roh Kudus untuk menaikkan gengsinya. Uza mati karena kesombongannya dengan menyentuh tabut perjanjian. Jika seseorang berkata, "Saya menginginkan karunia kesembuhan" atau karunia lainnya, tanggapan yang benar adalah, "Mengapa?". Motif itu penting. Pastikan bahwa motif anda berpusat pada Kristus.(*)

FIRMAN HARI INI
Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepadaNYA beroleh hidup yang kekal.(Yohanes 3:14-14)

BACAAN ALKITAB SETAHUN
# PAGI
- Kejadian 33
- Markus 4
# MALAM
- Ester 9-10
- Roma 4

(Disadur dari buku "PERHATIKANLAH FIRMANKU" yang ditulis oleh Ev Reinhard Bonnke)